Lompat ke isi utama

Berita

Optimalkan Pengawasan di Tengah Keterbatasan, Strategi Anggaran Bawaslu 2026

Selasa (27/1/2026)

Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait memimpin rapat pemaparan program kerja dan anggaran dalam rangka penetapan arah kebijakan Bawaslu Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (7/11/2025).

BAWASLU BENGKULU SELATAN – Menyongsong tahun anggaran 2026, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mulai memantapkan langkah strategis guna memastikan roda pengawasan tetap berputar kencang. Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, memimpin langsung rapat pemaparan program kerja dan anggaran yang digelar di Jakarta pada Rabu (7/11/2025). Pertemuan krusial ini menjadi tonggak awal dalam menetapkan arah kebijakan lembaga demi menghadapi tantangan demokrasi ke depan.

Baca Juga: Bawaslu Bengkulu Selatan Gelar Evaluasi Kinerja 2025 dan Susun Rencana Kerja 2026.

Rapat tersebut bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan upaya nyata untuk meningkatkan kinerja pelaksanaan anggaran sekaligus mendorong efektivitas belanja Bawaslu. Fokus utamanya adalah memastikan seluruh program kerja tahun 2026 disusun secara terukur, tepat sasaran, dan selaras dengan mandat utama lembaga dalam mengawal proses pemilihan yang berintegritas.

Dalam arahannya, Ferdinand Eskol Tiar Sirait memberikan pesan yang kuat dan memotivasi kepada seluruh jajaran. Ia menekankan bahwa proyeksi keterbatasan anggaran pada tahun 2026 mendatang tidak boleh dijadikan pembenaran atas menurunnya kualitas performa lembaga. Sebaliknya, kondisi ini menuntut kreativitas dan dedikasi yang lebih tinggi dari setiap unit kerja.

Baca Juga: Kawal Demokrasi Tanpa Jeda, Bawaslu Bengkulu Selatan Tebar 1.531 Konten Edukasi Digital Sepanjang 2025

"Anggaran memang terbatas, tetapi pelaksanaan program harus tetap dioptimalkan. Kondisi ini bukan untuk mengurangi, apalagi memperburuk kinerja Bawaslu," tegas Ferdinand di hadapan para peserta rapat. Pernyataan ini menegaskan komitmen Bawaslu untuk tetap menjaga standar pengawasan meskipun ruang gerak fiskal sedang mengalami penyempitan.

Lebih lanjut, ia meminta setiap unit kerja untuk bersikap cermat dalam memetakan kebutuhan yang benar-benar mendukung tugas pengawasan di lapangan. Efisiensi belanja yang diharapkan bukan sekadar pemangkasan administratif yang kaku, melainkan pergeseran alokasi ke sektor-sektor strategis yang langsung berdampak pada penguatan fungsi kelembagaan.

Baca Juga: Jaga Marwah Lembaga, Bawaslu Bengkulu Selatan Perkuat Integritas Lewat Apel Pagi

Melalui konsolidasi ini, diharapkan seluruh biro di lingkungan Bawaslu RI memiliki kesamaan persepsi mengenai arah kebijakan anggaran 2026. Penyelarasan program kerja dengan kebutuhan riil lembaga menjadi kunci agar setiap rupiah yang dikeluarkan mampu menghasilkan dampak pengawasan yang maksimal bagi publik.

Sebagaimana dikutip dari Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu RI pada Kamis (01/08/2026), langkah antisipatif ini menjadi bukti keseriusan Bawaslu dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas. Dengan perencanaan yang matang sejak dini, Bawaslu optimis dapat mengawal demokrasi Indonesia tetap tegak meski di tengah tantangan efisiensi anggaran. (Humas Bawaslu Bengkulu Selatan)

Penulis dan Foto : Nofiar

Editor: Humas Bawaslu Bengkulu Selatan