Lompat ke isi utama

Berita

Melalui Open Management System, Ferdinand Harap untuk Optimalisasi Regulasi Bawaslu

Selasa (27/01/2026).

Sekretatis Jendral Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait saat rapat bersama tim kerja yang dilaksanakan di kanto Bawaslu pada Selasa (27/01/2026).

BAWASLU BENGKULU SELATAN – Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, resmi memperkenalkan terobosan baru berupa open management system di lingkungan internal lembaga. Melalui sistem manajemen terbuka ini, Ferdinand membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh jajaran untuk terlibat aktif memberikan masukan strategis. Langkah berani ini diambil guna memastikan setiap kebijakan dan regulasi yang lahir di Bawaslu merupakan hasil kolaborasi kolektif yang matang dan inklusif.

Baca Juga: Awal Februari, Bawaslu Bengkulu Selatan Gelar Apel Pagi Perkuat Disiplin Kerja

Ferdinand menegaskan bahwa keterbukaan ide ini merupakan strategi kunci untuk mengoptimalisasi tugas serta fungsi Bawaslu pada tahun anggaran 2026. Ia tidak ingin regulasi hanya lahir dari satu arah, melainkan harus mampu menjawab tantangan nyata di lapangan. Untuk merealisasikan hal tersebut, ia memimpin langsung rapat pembahasan bersama tim kerja guna menguraikan berbagai permasalahan mendasar yang perlu segera dibenahi demi efisiensi organisasi.

“Program yang dibangun ini baiknya didiskusikan dulu, jadi bantu saya merumuskan masalahnya. Dari rapat ini, saya berharap muncul rumusan regulasi yang punya dampak besar bagi Bawaslu,” ujar Ferdinand dengan lugas di hadapan tim kerja dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Bawaslu, Selasa (27/01/2026). Ia meyakini bahwa keterlibatan aktif semua pihak akan menciptakan solusi yang lebih tajam dan tepat sasaran.

Baca Juga: Semangat Gotong Royong, Bawaslu Bengkulu Selatan "Sulap" Lingkungan Kantor Lewat Jumat Sehati

Lebih lanjut, Ferdinand melihat momentum ini sebagai langkah penting untuk melakukan transformasi regulasi secara bertahap. Menurutnya, aturan internal harus adaptif dan sesuai dengan kebutuhan nyata institusi. Dengan mengedepankan diskusi terbuka, masukan-masukan yang masuk diharapkan dapat menjadi bahan refleksi bersama untuk memperbaiki celah-celah administratif yang mungkin masih ada selama ini.

Dalam suasana rapat yang produktif tersebut, Ferdinand juga mengajak seluruh jajaran untuk menanamkan komitmen tinggi dalam mengelola lembaga. Ia menekankan bahwa perubahan besar tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan butuh sinergi dari seluruh unit kerja. ”Jadikan momen ini untuk refleksi, karena kita butuh semangat, tenaga, dan pemikiran yang besar untuk mengelola kantor ini,” tuturnya memotivasi para staf.

Baca Juga: Pembekalan LK-III HMI, Rahmat Bagja Soroti Krisis Etik dalam Demokrasi

Selain fokus pada penguatan regulasi, Ferdinand menekankan agar seluruh unit kerja mulai melakukan persiapan yang matang sejak dini. Kesiapan ini dinilai krusial sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai dinamika pemilu di masa mendatang. Dengan regulasi yang kuat dan sistem kerja yang solid, Bawaslu diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasannya secara maksimal tanpa kendala teknis yang berarti.

Berdasarkan informasi resmi dari Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu RI pada Rabu (28/1/2026), inisiatif ini menandai babak baru dalam manajemen birokrasi yang lebih transparan. Harapannya, open management system ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi wadah bagi ide-ide segar yang mampu membawa Bawaslu menjadi lembaga yang lebih kredibel dan berwibawa di tahun-tahun mendatang. (Humas Bawaslu Bengkulu Selatan)

Editor: Humas Bawaslu Bengkulu Selatan