Bawaslu Lakukan Rapat Kesiapan Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif
|
BENGKULU SELATAN – Pasca mengikuti pembukaan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI, Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan langsung bergerak cepat dengan menggelar rapat kesiapan pelaksanaan kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif, Rabu (13/05/2026). Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal dan tepat sasaran dalam upaya memperkuat pengawasan Pemilu yang partisipatif di Kabupaten Bengkulu Selatan.
Baca Juga: Mengenal Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu, Dorong Masyarakat Aktif Mengawal Demokrasi
Kegiatan rapat dipimpin langsung oleh M. Arif Hidayat selaku Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Humas dan Parmas yang juga menjadi pengampu kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya kesiapan teknis maupun koordinasi internal agar program yang dilaksanakan nantinya mampu memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para peserta terkait pentingnya pengawasan Pemilu.
Rapat koordinasi tersebut difokuskan pada pembahasan berbagai hal teknis pelaksanaan kegiatan, mulai dari kesiapan administrasi, penyusunan jadwal, materi pembelajaran, hingga mekanisme pelaksanaan metode daring dan luring. Selain itu, rapat ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan program Pendidikan Pengawas Partisipatif yang strategis sebagai bentuk penguatan demokrasi menjelang Pemilu Tahun 2029.
Baca Juga: Kick Off Program P2P 2026, Lolly: Ada Empat Karakter Utama Kader Pengawas Partisipatif
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif sendiri direncanakan akan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 bertempat di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata Bawaslu dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan Pemilu secara aktif, mandiri, dan berintegritas.
Nantinya, kegiatan tersebut akan diikuti oleh 20 orang peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Para peserta dipilih untuk mengikuti program edukasi kepemiluan guna meningkatkan kesadaran serta partisipasi dalam pengawasan Pemilu. Adapun peserta terdiri dari pemilih pemula, perempuan, penyandang disabilitas, pelajar, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat yang diharapkan mampu menjadi agen pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Kick Off Program P2P 2026, Bawaslu Bengkulu Selatan Rekrut 20 Peserta
Setelah rapat kesiapan ini selesai dilaksanakan, tahap selanjutnya yakni penyampaian surat undangan kepada para Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Dalam pelaksanaannya nanti, kegiatan akan dibagi ke dalam dua metode pembelajaran, yakni metode daring dan metode luring agar peserta dapat memahami materi secara lebih fleksibel namun tetap efektif.
Melalui metode daring, peserta akan menerima modul pembelajaran satu minggu sebelum kegiatan luring dimulai. Modul tersebut dapat dipelajari melalui video materi yang telah disiapkan oleh Bawaslu. Selanjutnya, peserta akan mengikuti kegiatan luring secara langsung pada 21 Mei 2026 di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan. Dengan konsep pembelajaran tersebut, diharapkan Pendidikan Pengawas Partisipatif mampu melahirkan masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga demokrasi serta turut aktif mengawasi setiap tahapan Pemilu secara bersama-sama. (Humas Bawaslu Bengkulu Selatan)
Penulis: Rovi Hamsyah
Foto: Rohimin
Editor: Humas Bawaslu bengkulu Selatan