Lompat ke isi utama

Berita

Kick Off Program P2P 2026, Bawaslu Bengkulu Selatan Rekrut 20 Peserta

Bawaslu Bengkulu Selatan mengikuti Kick Off program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara daring, Selasa (12/5/2026)

Bawaslu Bengkulu Selatan mengikuti Kick Off program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara daring, Selasa (12/5/2026)

BAWALU BENGKULU SELATAN Koordinator Devisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas (HPPH) Bawaslu Bengkulu Selatan Muhammad Arif Hidayat mengatakan bahwa program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tahun 2026 ini. Pihaknya telah merekrut sebanyak 20 peserta dari berbagai kalangan, yang tahun ini difokuskan kepada pemilih pemula, masyarakat umum dan guru.

Bawaslu Bengkulu Selatan beberapa kali juga telah melaksanakan konsolidasi demokrasi dengan kegiatan Bawaslu goes to school, yang tidak hanya para siswa sebagai pemilih pemula pada Pemilu 2029 mendatang, para dewan guru juga jadi sasaran sosialisasi pendidikan demokrasi tersebut.

"Harapannya, guru bisa berpatisipasi dalam memberikan pengayaan materi pelajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai pengawasan partisipatif sehingga dapat ditanamkan kepada siswa didik. Partisipasi siswa selaku calon pemilih pemula juga diharapkan dapat menjadi pioneer bagi lingkungan sebayanya," ungkap Arif.

Dijelaskannya, bahwa program P2P menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan partisipatif. Sebab, keterlibatan publik sangat dibutuhkan guna menciptakan proses demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

“Program P2P bukan hanya sebatas kegiatan pendidikan, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam memperkuat budaya pengawasan partisipatif. Kami siap menyukseskan pelaksanaan P2P 2026 di Bengkulu Selatan,” ujar Arif

Bawaslu Bengkulu Selatan juga telah melakukan berbagai persiapan guna mendukung optimalisasi program tersebut, mulai dari koordinasi internal, penyusunan strategi pelaksanaan, hingga mendorong keterlibatan generasi muda dan komunitas masyarakat. Dengan adanya P2P 2026, diharapkan lahir agen-agen pengawasan partisipatif yang mampu menjadi mitra Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.

Penulis/Editor : M. Arif Hidayat

Foto : Silvi

Tag
Bawaslu Bengkulu Selatan
bengkulu selatan
P2P