Bawaslu Bengkulu Selatan Ikuti Penguatan Kapasitas (TOT) dan Manajemen Pengetahuan Saksi Peserta Pemilu
|
BENGKULU SELATAN - Ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan mengikuti workshop penguatan kapasitas (TOT) dan manajemen pengetahuan saksi peserta Pemilu 2024.
Kegiatan yang digelar di Hotel Santika Bengkulu tersebut bertujuan untuk memberikan pelatihan dan edukasi terhadap peran serta saksi peserta pemilu dalam pelaksanaan tahapan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS nanti.
Pada pelaksanaan kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Fahamsyah, M.Pd.I, dan Kordiv SDMO Devisi Ilhodi dan Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas, Asmara Wijaya.
Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu Fahamsyah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas kerjasama pengawasan tahapan Pemilu oleh Pengawas Kecamatan dan aparat terkait di lapangan, terutama ketika kegiatan kampanye yang hingga saat ini berlangsung aman dan kondusif.
"Kami juga mengharapkan kepada Partai politik untuk kerjasamanya dalam pelaksanaan tahapan Pemilu di Bengkulu. Bawaslu tingkat kabupaten kota dan jajaran nya juga diminta memahami dan melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik dan tentunya sesuai dengan regulasi yang ada,” katanya
Ditegaskan Fahamsyah, saksi adalah salah satu pihak yang keberadaannya sangat penting ketika hari pemungutan suara.
Mereka juga melakukan tugas mengawasi pemungutan suara. Dalam hal ini, kerja pengawas oleh saksi harus dimaksimalkan.
Disebutkan, saksi tersebut diamanahkan oleh peserta pemilu atau partai politik untuk menjadi saksi saat hari pemungutan suara Pemilu.
“Oleh karena itu, mari kita cari saksi yang betul-betul berkualitas dan memiliki loyalitas yang tinggi kepada partai politik,” terangnya.
Fahamsyah juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat positif agar adanya penyamaan persepsi antara penyelenggara pemilu dengan saksi partai poltik dan tim pemenangan capres dan cawapres.
"Kami berharap nantinya Bawaslu kabupaten dan kota akan melakukan kegiatan yang sama untuk di wilayah masing-masing. Kegiatan seperti ini penting untuk kita lakukan agar adanya penyamaan persepsi di setiap saksi peserta pemilu agar proses pelaksanaan pemilu di tanggal 14 Februari 2024 nanti dapat berjalan dengan baik”, ungkap Fahamsyah.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan Sahran SE, didampingi anggota M. Hasanudin dan M. Arif Hidayat mengatakan, dari kegiatan tersebut diharapkan adanya penyamaan persepsi terkait dengan teknis pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.
"Dari kegiatan ini kami berharap saksi peserta pemilu juga melakukan proses pengawasan secara bersama dengan jajaran PTPS di tempat pemunguatan suara nantinya agar berbagai potensi dugaan pelanggaran dapat kita cegah dan minimalisir," tutup Sahran.
Workshop Penguatan Kapasitas (TOT) dan Manajemen Pengetahuan Saksi Pemilu tersebut hadir Anggota KPU Provinsi Bengkulu Sarjan Efendi, dan akademisi dari UMB Elfahmi Lubis sebagai pemateri.
Serta dihadiri oleh Partai Politik, Tim Pemenangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Lo Calon DPD RI, pemantau pemilu dan ormas NU, Muhammadiyah serta kelompok Cipayung meliputi PMII, HMI, GMNI, GMKI dan PMKRI. (humas Bawaslu Bengkulu Selatan)