Dari Identifikasi hingga Sintesis, Sahran Jelaskan Kunci Profesionalitas Pengawas Pemilu
|
BENGKULU SELATAN – Ketua Bawaslu Kabupaten Bengkulu Selatan, Sahran, menjadi narasumber dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Bengkulu Tengah secara daring melalui Zoom Meeting, Minggu (01/03/2026). Kegiatan ini mengusung tema Sumber Daya Manusia Pengawas Pemilu dan diikuti oleh jajaran Bawaslu se-Provinsi Bengkulu.
Acara dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Bengkulu Tengah, Brotoseno, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kendala teknis berupa gangguan sinyal yang sempat menghambat kelancaran jalannya kegiatan daring tersebut.
Dalam pemaparannya, Sahran menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang berkualitas. Menurutnya, pengawas pemilu dituntut memiliki kompetensi yang komprehensif agar mampu menghadapi dinamika tahapan pemilu yang semakin kompleks.
Ia menjelaskan terdapat 15 kompetensi penting yang harus dimiliki oleh pengawas pemilu, mulai dari kemampuan identifikasi permasalahan, mitigasi risiko, adaptasi terhadap perubahan, hingga kemampuan sintesis dalam merumuskan langkah pengawasan yang tepat. Kompetensi tersebut menjadi fondasi dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional.
Selain itu, Sahran menekankan pentingnya penguasaan regulasi kepemiluan. Menurutnya, pemahaman yang kuat terhadap peraturan perundang-undangan akan membantu pengawas dalam mengambil keputusan yang tepat dan terukur di lapangan.
Tidak hanya regulasi, kemampuan penguasaan teknologi juga menjadi hal yang wajib dimiliki. Pengawas pemilu harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam mendukung proses pengawasan, dokumentasi, serta pelaporan secara cepat dan akurat.
Kemampuan komunikasi efektif juga menjadi sorotan utama dalam materi yang disampaikan. Sahran menilai komunikasi yang baik akan memudahkan pengawas dalam berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan emosi dalam menjalankan tugas. Pengawas pemilu harus mampu bersikap profesional, tenang, dan objektif dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan yang berpotensi menimbulkan konflik.
Lebih lanjut, Sahran menyampaikan bahwa pengawas pemilu harus mampu bekerja secara efektif dan efisien, serta memiliki integritas dan inisiatif yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam menjaga marwah lembaga pengawas pemilu.
Perencanaan yang matang, kesadaran organisasi, serta kemampuan analisis juga dinilai sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan pengawasan. Dengan perencanaan yang baik, pengawasan dapat berjalan lebih sistematis dan terarah.
Materi yang disampaikan juga menyoroti pentingnya publikasi kerja-kerja pengawasan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat memahami peran dan fungsi Bawaslu, terutama pada masa di luar tahapan pemilu yang seringkali dianggap tidak ada aktivitas pengawasan.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, staf Bawaslu Bengkulu Tengah, Rezi Iskandar, menanyakan tips dalam membangun kepercayaan publik terhadap Bawaslu. Pertanyaan tersebut mendapat perhatian serius dari narasumber.
Menanggapi hal tersebut, Sahran menekankan pentingnya komunikasi aktif melalui media sosial serta publikasi kegiatan pengawasan secara konsisten. Ia menyebutkan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.
Ia juga menegaskan bahwa kerja-kerja pengawasan tetap berjalan meskipun di luar masa tahapan pemilu. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengawas diminta untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai tugas dan fungsi pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Untuk mendukung hal tersebut, seluruh pengawas pemilu didorong agar mempublikasikan kegiatan dan tugas pengawasan baik melalui media sosial resmi maupun akun pribadi, dengan tetap memperhatikan etika kelembagaan.
Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini berlangsung dengan interaktif dan dihadiri oleh berbagai pejabat serta staf Bawaslu se-Provinsi Bengkulu. Diharapkan melalui kegiatan ini, kapasitas sumber daya manusia pengawas pemilu semakin meningkat sehingga mampu mewujudkan pengawasan pemilu yang profesional, berintegritas, dan terpercaya. (Humas Bawaslu Bengkulu Selatan)
Penulis dan foto: Rohimin
Editor Humas Bawaslu Bengkulu Selatan